Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:
Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login
×
Berawal dari hobi memasak dan membuat kue, sekarang Ibu Sunani lebih dikenal dengan Isun Vera karena keberhasilannya dalam usaha pengolahan aloevera (lidah buaya), dengan beragam produk olahan mampu menembus pasar luar negeri seperti Brunei, Malaysia, dan Jepang.”
Usaha yang menghasilkan beragam jenis aneka olahan dari aloevera ini berada di Jalan Budi Utomo Siantan Hulu Pontianak yang didirikan pada tahun 2004. Diawali dengan hanya mencoba membuat jelly lidah buaya, dibagikan ke teman, ditawarkan ke toko oleh-oleh kemudian mencoba membuat olahan lainnya seperti dodol. Kota Pontianak sangat cocok untuk budidaya lidah buaya dan bahan baku yang tersedia cukup banyak, dengan modal awal hanya 500 ribu rupiah dan dengan dua orang karyawan Ibu Isun memulai usahanya. Pada tahun 2009 atau lima tahun setelah memulai usaha Ibu Isun bermitra dengan PT. Telkom dan mendapat bantuan sekitar 5 juta rupiah. Kemudian pada tahun 2010 karena dipandang berpotensi baik, PT. Telkom memberi pinjaman 100 juta rupiah.Isun vera selalu mencoba produk baru, terbukti telah ada 14 macam produk yang dikeluarkan. Ia tidak pelit ilmu, setiap ada tamu atau masyarkat yang mempunyai keinginan belajar bahkan magangpun selalu dilayani dengan terbuka. Perintah agama untuk mengamalkan ilmu yang dipunya, niscaya Tuhan akan menambah ilmumu, maka begitulah kejadiannya dengan Isun Vera.
Isun mendapat pasokan bahan baku lidah buaya selain dari kebun sendiri juga mendapat pasokan dari petani atau kelompok tani.. Isun Vera sebagai bendahara Koperasi..Khatulistiwa Utama membuat perjanjian dengan petani yang juga anggota koperasi dengan memberikan pinjaman saprodi. Selanjutnya hasilnya di jual ke Isun Vera.
Dalam perjalananan usahanya Ibu Isun telah mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah provinsi Kalimantan Barat, PT. Telkom, dll. Ibu Isun memberi tips agar usaha dapat terus berjalan yaitu dengan kesabaran dan ketekunan. Untuk obsesi ke depan ibu isun berkeinginan merenovasi bangunan untuk pengolahan aloevera yang saat ini lantainya terbuat dari kayu menjadi terbuat keramik. Selanjutnya ia juga berkeinginan untuk mengembangkan agrowisata lidah buaya, dimana masyarakat bisa melihat kebun lidah buaya, memanen, mengolah lidah buaya menjadi santapan yang lezat.Kesungguhan dalam berusaha disertai doa hasilnya kesuksesan, itulah yang dilakukan ibu isun dalam menjalankan roda usaha aloevera. Mau berjuang mengikuti pameran-pameran ke berbagai kota sehingga makin dikenal masyarakat luas. (Yun-dhani)