Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×

lidah buaya inovasi tiada henti

Dikirim 14 Desember 2011 by Rofii Tazkiyah - Dilihat: 739

Berawal dari hobi memasak dan membuat kue, sekarang Ibu Sunani lebih dikenal dengan Isun Vera karena keberhasilannya dalam usaha pengolahan aloevera (lidah buaya), dengan beragam produk olahan mampu menembus pasar luar negeri seperti Brunei, Malaysia, dan Jepang.” 

Usaha yang menghasilkan beragam jenis aneka olahan dari aloevera ini berada di Jalan Budi Utomo Siantan Hulu Pontianak yang didirikan pada tahun 2004. Diawali dengan hanya mencoba membuat jelly lidah buaya, dibagikan ke teman, ditawarkan ke toko oleh-oleh kemudian mencoba membuat olahan lainnya seperti dodol.   Kota Pontianak sangat cocok untuk budidaya lidah buaya dan bahan baku yang tersedia cukup banyak, dengan modal awal hanya 500 ribu rupiah dan dengan dua orang karyawan Ibu Isun memulai usahanya. Pada tahun 2009 atau lima tahun setelah memulai usaha Ibu Isun bermitra dengan PT. Telkom dan mendapat bantuan sekitar 5 juta rupiah. Kemudian pada tahun 2010 karena dipandang berpotensi baik, PT. Telkom memberi pinjaman 100 juta rupiah.   
Dalam pemasaran awalnya dijual ke toko oleh-oleh di dekat lapangan bola PSP (Persatuan Sepakbola Potianak). Selain itu selalu mengikuti pameran yang diadakan oleh Dinas Pertanian Provinsi serta pameran di Jakarta atau di Batam. Melalui pameran tersebut produk Isunvera banyak dikenal orang dari luar kota dengan permintaan dari Pulau Sibau, Ketapang, Jakarta, dan Samarinda.
Pemasaran untuk luar negeri seperti ke Malaysia dan Brunei berupa jelly, coklat, teh, sabun dan souvenir, sedangkan untuk produk yang diminta Jepang yaitu teh lidah buaya. Produk lidah buaya/aloevera Isun Vera antara lain Jelly Lidah Buaya, Dodol Lidah Buaya, Teh Lidah Buaya, Kerupuk Lidah Buaya, Minuman Lidah Buaya, Coklat Lidah Buaya, Pilus Lidah Buaya, Stick Lidah Buaya, Selai Lidah Buaya, Instan Lidah Buaya, Sabun Lidah Buaya dan Kerajinan Lidah Buaya. Omzet per bulan mencapai lebih dari 100 juta rupiah. Untuk pemasaran ke Jepang terhenti karena bencana tsunami.

Isun vera selalu mencoba produk baru, terbukti telah ada 14 macam produk yang dikeluarkan. Ia tidak pelit ilmu, setiap ada tamu atau masyarkat yang mempunyai keinginan belajar bahkan magangpun selalu dilayani dengan terbuka. Perintah  agama untuk mengamalkan ilmu yang dipunya, niscaya Tuhan akan menambah ilmumu, maka begitulah kejadiannya dengan Isun Vera.

Isun mendapat pasokan bahan baku lidah buaya selain dari kebun sendiri juga mendapat pasokan dari petani atau kelompok tani.. Isun Vera sebagai bendahara Koperasi..Khatulistiwa Utama membuat perjanjian dengan petani yang juga anggota koperasi dengan memberikan pinjaman saprodi. Selanjutnya hasilnya di jual ke Isun Vera.    

Dalam perjalananan usahanya Ibu Isun telah mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah provinsi Kalimantan Barat, PT. Telkom, dll. Ibu Isun memberi tips agar usaha dapat terus berjalan yaitu dengan kesabaran dan ketekunan. Untuk obsesi ke depan ibu isun berkeinginan merenovasi bangunan untuk pengolahan aloevera yang saat ini lantainya terbuat dari kayu menjadi terbuat keramik.  Selanjutnya ia juga berkeinginan untuk mengembangkan agrowisata lidah buaya, dimana masyarakat bisa melihat kebun lidah buaya, memanen, mengolah lidah buaya menjadi santapan yang lezat.Kesungguhan dalam berusaha disertai doa hasilnya kesuksesan, itulah yang dilakukan ibu isun dalam menjalankan roda usaha aloevera. Mau berjuang mengikuti pameran-pameran ke berbagai kota  sehingga makin dikenal masyarakat luas. (Yun-dhani)
Reporter : Yun A&Dh4n1




Berita Utama Lainnya