Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:
Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login
×Irjen Kemtan. R.Aziz Hidayat mewakili Menteri Pertanian RI membuka secara resmi Paviliun Indonesia pada ajang The Royal Flora Ratchapruek 2011, Chiang Mai-Thailand pada tanggal 15 Desember 2011. Hadir dalam kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Thailand Mr. Mohammad Hatta, Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Ditjen PPHP dan pejabat-pejabat lain.
Pada acara pembukaan pavilion Indonesia dimeriahkan oleh alunan musik dan tarian tradisional yang dibawakan oleh anak-anak dari SD Bianglala Bandung. Musik yang dibawakan adalah alunan musik angklung, sedangkan tarian yang ditampilkan adalah tari jaipong dan tari saman.
Sebagai penutup acara tersebut, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Irjentan yang diberikan kepada Dubes RI dan kepada para undangan dan tamu lain dipersilahkan mencicipi masakan tradisional Indonesia tersebut.
The Royal Flora Ratchapruek 2011 merupakan pameran Internasional hortikultura dengan mengambil lokasi di kebun Istana Raja yang terletak di Mae Hia Municipality, Amphur Muang, Chiang Mai sekitar 8 km ke arah Selatan dari pusat kota Chian Mai. Pameran ini diikuti oleh 30 negara (Asia, Afrika, Amerika dan Eropa) dengan target pengunjung 2 juta orang.
Paviliun Indonesia out door menempati areal seluas 1.500 M2, dengan konsep landscape taman tropis dilengkapi ornamen khas Indonesia yang terdiri atas 3 (tiga) rumah tradisional (rumah Joglo, Betawi dan Minang) dan gapura Bali sebagai pintu masuk. Komposisi landscape terdiri dari 70% taman dan 30% bangunan. Sedangkan pavilion indoor bernuansa hutan dengan hiasan tanaman tropis memperoleh penghargaan sebagai performance terbaik.
Keikutsertaan Indonesia dalam The Royal Flora Ratchapruek 2011 di Chiang Mai, Thailand pada tanggal 9 November 2011 s/d 15 Februari 2012, adalah yang kedua kalinya setelah tahun 2006. Event ini merupakan ajang promosi hasil pertanian dan peningkatan citra Indonesia.
Program paviliun Indonesia terdiri atas Program Regular (Pameran Hortikultura,hasil perkebunan, hasil tanaman pangan Indonesia dan Kontak Bisnis), Program Tematik Event 2 Mingguan dan Spesial Program (Bussiness Forum, Product Display & Demo, Indonesia Cultural Performance dan Competition).
Salah satu tujuan keikutsertaan Indonesia dalam pameran “The Royal Flora Ratchapruek 2011” adalah : Memperkenalkan produk-produk unggulan komoditi pertanian Indonesia yang diminati dan merupakan kebutuhan Negara-negara lain sebagai tujuan ekspor serta mendorong pelaku usaha pertanian untuk lebih meningkatkan produktivitas dan kualitas sesuai standar sehingga dapat meningkatkan ekspor pertanian produk Indonesia di pasar Internasional.
Pameran ini merupakan tempat dimana berbagai negara melakukan promosi produk pertanian dan kebudayaan sekaligus menjadi ajang promosi perdagangan dan pariwisata internasional memiliki sasaran antara lain : Meningkatkan citra Indonesia di luar negeri; Meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dengan Thailand; Memperluas network pelaku bisnis Indonesia di pasar Internasional; Meningatkan citra produk unggulan daerah di pasar Internasional; Meningkatkan awareness terhadap seni budaya dan pariwisata Indonesia; dan Meningkatkan jumlah investor ke Indonesia (AS)