Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » 

Limbah sebagai Pakan Ternak

BERBICARA masalah limbah tentunya tak bisa lepas dari adanya aktivitas proses industrialisasi. Semakin ditingkatkannya berbagai sektor industri dan sektor pertanian tentu berharap taraf hidup masyarakat kita akan dapat ditingkatkan lagi. Namun, di samping untuk mencapai tujuan tersebut namun perlu pula dipikirkan efek sampingnya yang berupa limbah.

Kita tahu bahwa dampak yang ditimbulkan dari limbah begitu besar, terutama bagi kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola secara sehat dan saniter. Salah satu alternatif yang bisa dikembangkan untuk mengurangi dampak dari limbah yaitu dengan proses daur ulang, salah satunya dengan metode pemanfaatan limbah menjadi konsumsi (baca; pakan) ternak.

Mengingat pakan merupakan faktor yang paling banyak membutuhkan biaya, sekira 60-70 persen dari seluruh biaya produksi akan tersedot untuk penyediaan pakannya, maka tak ada salahnya apabila dicari pakan-pakan pengganti yang bisa dipergunakan. Salah satunya dengan membuat pakan sendiri secara sederhana dengan cara metode pemanfaatan limbah.

Jenis limbah

Metode daur ulang limbah menjadi konsumsi ternak, dengan kata lain sebagai pakan pengganti, di samping akan bisa memperkecil biaya produksi, juga dapat mengurangi permasalahan lingkungan akibat pencemaran limbah. Namun, sebelumnya dalam metode ini tidaklah semua jenis limbah bisa dimanfaatkan untuk konsumsi ternak ini. Adapun jenis limbah yang bisa dimanfaatkan, yaitu;

(1) Sampah, yaitu daun pisang atau kertas koran sebab dalam setiap 100 gram daun pisang terkandung lemak 4,31 gram protein, karbohidrat 33, 10 gram, dan kalorinya 224 kkal. Hal ini kesemuanya merupakan zat-zat yang diperlukan dalam membuat pakan yang berkualitas dalam memenuhi kebutuhan gizi ternak. Selanjutnya kertas koran, menurut penelitian bahwa ternak yang diberi kertas koran 7,5-15 persen dalam ransumnya, ternyata menampakkan penambahan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan kontrol (ternak yang tidak diberi kertas koran).

(2) Limbah rumah tangga, contohnya sayur-sayuran, buah-buahan, tulang, ikan, telur, dan aneka jenis makanan sisa lainnya.

(3) Limbah industri, yang terdiri dari limbah peternakan, limbah perikanan, limbah pertanian, dan limbah industri makanan.

Metode pemanfaatan limbah

Pengolahan limbah dengan metode daur ulang bisa menjadi pakan pengganti dan atau dicampur dengan ransum ternak. Olahan limbah berupa sampah padat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman-tanaman penghasil pakan pengganti. Pengolahan sederhana yang lazim digunakan antara lain, yaitu dengan pengeringan, penggilingan (penumbukan), dan fermentasi.

Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kadar air bahan mikroba penyebab sakit tidak dapat hidup sehingga bahan pakan menjadi awet dan tahan lama. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran dan penggunaan alat pengering. Bahan pakan ternak dikeringkan, biasanya akan berubah warna menjadi warna cokelat.

Adapun perubahan tersebut merupakan "reaksi browning" yang dapat menurunkan nilai gizi, terutama protein. Namun, pengeringan tetap dilakukan karena volume bahan akan menjadi kecil. Dampaknya, berat bahan pun akan berkurang sehingga akan mempermudah serta menghemat ruang pengangkutan dan pengepakan.

Kemudian pengolahan berikutnya adalah penggilingan atau penumbukan. Bahan pakan dikurangi ukurannya dengan menggunakan alat penggiling (penumbuk). Hasil penggilingan ataupun penumbukan bervariasi dari yang halus, seperti tepung hingga kasar (butiran pasir), disesuaikan ukuran mesh atau lubang saringan yang akan digunakan.

Sistem fermentasi

Kemudian metode pemanfaatan lainnya yaitu dengan sistem fermentasi. Adapun prinsip dasarnya adalah dengan mengaktifkan kegiatan mikroba tertentu untuk tujuan mengubah sifat bahan agar dihasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Selain itu, dalam proses fermentasi, mikroba juga memecah komponen menjadi zat-zat yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh ternak serta menyintesis beberapa vitamin yang kompleks dari faktor-faktor penumbuhan lainnya, antara lain priboflavin vitamin B-12 dan provitamin A.

Dalam konteks ini, prinsip dasar dari sistem fermentasi dapat dilakukan dengan cara, di antaranya melalui, pertama, sejumlah milorganite (pupuk hasil pengomposan) dicampur dengan air bersih pada suhu 70 derajat. Setelah suhu mencapai 80 derajat, larutan milorganite diaduk-aduk dan dicampur hingga rata. Usahakan agar pH larutan selalu pada posisi 7.

Kedua, larutan didinginkan semalaman, kemudian dipanaskan kembali sampai 70 derajat celcius selama 5 jam. Larutan disaring, misalnya dengan isapan, dengan air hasil saringan diuapkan sehingga kental.

Ketiga, larutan kental tersebut kemudian diuapkan lagi pada suhu sekira 70 derajatcelcius hingga kering. Bahan inilah yang nantinya dapat dipergunakan sebagai pakan ternak yang kaya akan vitamin B-12.

Mudah-mudahan dengan metode pemanfaatan limbah ini diharapkan para peternak tidak akan lagi dipusingkan oleh perubahan harga pakan ternak di pasaran, selain itu lingkungan akan menjadi bersih dan sehat.

Sumber : BUDI IMANSYAH S.



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×