Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » 

Persiapan Pelaksanaan Pilot Project Bio Gas

Salah satu masalah nasional yang kita hadapi dan harus dicarikan jalan keluarnya pada saat ini adalah ketersediaan energi, baik dari sisi jumlah dan lokasinya untuk penggunaan rumah tangga, industri dan transportasi. Terkait dengan masalah tersebut, salah satu rencana kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah adalah melakukan penghematan, pengurangan serta penggantian jenis bahan bakar minyak tanah dan menggantikannya dengan bahan bakar gas (BBG atau LPG) .

Untuk hal tersebut, pemerintah perlu melakukan upaya antisipasi untuk mendorong penggunaan sumber energi lainnya (energi alternatif) yang layak dari segi teknis, ekonomi, dan lingkungan. Pilihan pemanfaatan sumber energi alternatif antara lain adalah biogas, biofuel, briket arang dan lain sebagainya. Ditjen PPHP melakukan salah satu upaya terobosan yaitu melaksanakan program Bio Energi Perdesaan (BEP), yaitu suatu upaya pemenuhan energi secara swadaya (self production) oleh masyarakat khususnya di perdesaan, termasuk bagi masyarakat di desa-desa terpencil seperti di daerah pedalaman dan kepulauan.

Salah satu potensi sumber energi rumah tangga di pedesaan berasal dari kotoran ternak, dengan teknologi sederhana telah mampu menghasilkan gas bio untuk kepentingan masak-memasak skala rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah melalui Departemen Pertanian telah mengalokasikan anggaran untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pada tahun ini. Untuk itu Subdit Pengelolaan Lingkungan telah melakukan identifikasi ke propinsi Jawa Barat sebagai salah satu calon lokasi pilot project.

Ttujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan dan mendorong swadaya masyarakat dalam penyediaan dan penggunaan biogas bagi keperluan rumah tangga termasuk untuk kegiatan usaha industri rumah tangga khususnya di perdesaan.

Dari hasil identifikasi diperoleh informasi yaitu :

¨ Sampai saat ini di Propinsi Jawa Barat telah terpasang 159 buah reaktor biogas untuk sakla rumah tangga, baik itu bantuan pemerintah maupun (pusat dan daerah) maupun swadaya masyarakat termasuk LSM. Pada tahun ini Pemda Jawa Barat khususnya Dinas Peternakan Propinsi melalui anggaran APBD telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 30 buah yang akan disebar di 30 kabupaten.

¨ Reaktor biogas tersebut sebagian besar tersebar di : kabupaten Bandung sebanyak 109 buah, Kab. Garut sebanyak 26 buah, Kab. Bogor sebanyak 10 buah, Kab. Sumedang 3 dan Kab. Tasikmalaya sebanyak 2 buah. Khusus untuk Kab. Garut tahun ini akan ada tambahan pemasangan reaktor biogas sebanyak 400 buah bantuan dari LSM Persada.

¨ Pada dasarnya semua kotoran hewan dapat dimanfaatkan sebagai umber energi biogas, tetapi yang utama adalah kotoran ternak sapi, kerbau, babi dan kuda.

¨ Dilihat dari data populasi ternak propinsi Jawa Barat tahun 2005, ternyata belum semua daerah yang populasi ternaknya tinggi seperti di Kab. Sukabumi, Kota Depok, Kab. Cianjur, Kab. Cirebon, Kab, Kuningan sudah mengembangkan reaktor biogas tersebut .

¨ Berdasarkan hal tersebut di atas Subdit Pengelolaan Lingkungan berencana akan memfasilitasi pengembangan biogas skala rumah tangga di Kab. Kuningan, Cirebon, Serong, Tangerang atau Padeglang.

b. Output

Adapun sasaran (Output) fasilitasi adalah :

1. Tersusunnya buku informasi Teknologi Biogas Skala Rumah Tangga
2. Tersosialisasinya teknologi biogas secara swadaya untuk keperluan rumah tangga khususnya di perdesaan.

c. Outcome

Outcome yang diharapkan adalah :

1. Diterapkannya teknologi penyediaan dan penggunaan biogas untuk keperluan rumah tangga khususnya di perdesaan.
2. Berkembangnya usaha agroindustri masyarakat yang ditunjang oleh penyediaan dan penggunaan biogas secara swadaya oleh masyarakat di perdesaan.

d. Impact

Dengan output dan outcome tersebut di atas maka diharapkan program BEP akan mempunyai dampak (Impact) positif yang signifikan dalam hal :

1. Tersedianya energi untuk keperluan rumah tangga dan industri rumah tangga secara swadaya di perdesaan
2. Peningkatan kesejahteraan masyarakat
3. Berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap bahan energi konvensional (minyak tanah dan LPG).
4. Kelestarian sumber daya alam.



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×