Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » Informasi » Pasar Domestik » Informasi Pasar

Harga dan Pasokan Cabe Rawit Merah di Pasar dan Sentra Produksi

Perkembangan harga komoditas cabe di beberapa pasar induk seperti di Kramat Jati dan Caringin Bandung menunjukkan lonjakan harga yang sangat tinggi, terutama cabe rawit merah.  Pada artikel ini akan diulas harga cabe di beberapa pasar induk, pasar eceran dan sentra produksi.

Pantauan Harga di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta

Harga beberapa jenis cabe yang masuk Pasar Induk Kramat Jati melonjak naik.  Kenaikan harga cabe mulai dirasakan dua hari sebelum puasa, yaitu tanggal 7 Juli 2013.  Pada hari itu harga mencapai 60.000,00/kg, padahal hari sebelumnya masih 40.000,00/kg.  Berdasarkan penuturan pedagang cabe di PIKJ, hal itu disebabkan banyak petani yang tidak memetik cabe menjelang puasa.  Mereka libur kerja untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara.

Cabe merah besar mengalami peningkatan harga sebesar 20,31% dibandingkan minggu sebelumnya.  Harga cabe merah keriting meningkat 26,13%.  Peningkatan tajam terjadi pada harga cabe rawit merah, yaitu mencapai 44,63%.  Berdasarkan data pasokan semua jenis cabe, terjadi penurunan tajam pasokan  (66,57 %) pada minggu II dibandingkan minggu I bulan Juli, yaitu dari 1086 ton turun menjadi 363 ton.

Pasar Induk Kramat Jati menerima pasokan cabe dari berbagai tempat.   Cabe merah besar sebagian besar datang dari Tasikmalaya, Garut dan Brebes.  Sedangkan Cabe merah Keriting pada umumnya berasal dari Ciamis dan Brebes.  Pasokan terbesar berasal dari cabe keriting, karena jenis cabe ini banyak digunakan sebagai substitusi cabe jenis lainnya.

Beberapa penyebab kenaikan harga cabe di Pasar Induk Kramat Jati iantaranya adalah banyak petani yang tidak mau memetik hasil panen cabe karena libur puasa, Khusus cabe rawit merah, pasokannya sangat kurang akibat anomali cuaca. Selain itu, pedagang luar Jawa membeli langsung ke petani, tidak melalui Pasar Induk Kramat Jati.  Hal ini menyebabkan pedagang Pasar Induk  Kramat Jati menyesuaikan dengan harga daerah, termasuk untuk jenis cabe rawit hijau; Keterlambatan cabe yang datang karena infrastruktur jalan yang rusak (khusus yang melewati jalur pantura).

Pantauan Harga di Pasar Induk Caringin, Bandung

Di Pasar Induk Caringin beberapa jenis cabe yang masuk, diantaranya cabe merah besar, cabe keriting, cabe rawit merah dan hijau, cabe gendot serta cabe Tanjung (cabe merah besar berasal dari daerah Tanjung). Tiap pasokan yang masuk ternyata tidak tercatat oleh dinas pasar setempat, sehingga petugas PIP berusaha mengumpulkan sendiri data pasokan yang ada untuk beberapa komoditas penting, termasuk cabe.

Pasokan berbagai jenis cabe ke pasar induk sekitar  6 - 7 ton.  Namun pada awal puasa menurun drastis, yaitu hanya 1,5 ton. Khusus cabe jenis rawit merah, memang terbilang langka, sehingga pada awal puasa harga melonjak mencapai Rp 90.000,00 /kg sampai Rp 100.000,00/kg.

Pasokan cabe di Pasar Induk Caringin berasal dari beberapa lokasi, misalnya cabe merah besar (cabe Tanjung) berasal dari Jawa Tengah, Cirebon  dan Tasikmalaya.  Cabe merah keriting datang dari Ciamis, sedangkan cabe rawit merah banyak datang dari Garut dan Jawa Tengah.  Pangsa terbesar di Pasar Induk Caringin berasal dari cabe Tanjung, salah satu jenis cabe merah besar.

Beberapa penyebab kenaikan harga cabe di Pasar Induk Caringin diantaranya adalah Garut terjadi kerusakan (40 %) cabe jenis rawit merah akibat hama patek.  Hal ini menyebabkan persediaan berkurang.  Selain itu, pasokan terbesar dari Jawa Tengah banyak mengalami gagal panen akibat anomali cuaca (cuaca ekstrim), Adanya permainan harga (spekulan) antara pedagang dan bandar cabe, sehingga dalam hari yang sama harga menjadi sangat fluktuatif.  Misalnya, harga cabe Rp 25.000,00 di siang hari, malamnya bisa melonjak pada kisaran 50.000,00/kg  – 55.000,00/kg.

Pantauan Harga di Pasar Lembang (Pasar Eceran) dan Petani Cabe Rawit di Desa Cicalung Lembang

Jenis cabe yang masuk di Pasar Lembang hanya dua jenis, yaitu cabe rawit merah dan cabe merah keriting. Cabe rawit merah banyak masuk dari petani lokal atau Bandar Lembang serta dari Pasar Induk Caringin.  Dalam kadaan normal setiap harinya pasokan cabe rawit merah dari petani ke pasar  sebesar 1,5 ton – 3 ton.  Tetapi pasokan dari Pasar Induk Caringin membuat harga di pasar Lembang melonjak, karena terkena imbas kurangnya pasokan yang masuk ke Pasar Induk Caringin, terutama dari sentra cabe di Jawa Tengah.  Harga cabe rawit mulai melonjak pada 9 Juli 2013 lalu (bulan Ramadhan), yaitu  Rp 40.000,00/kg  dan melonjak tajam pada 13 Juli hingga mencapai 60.000,00/kg.

Berdasarkan penuturan petani cabe rawit Lembang, Bapak Iwa, pasokan ke Pasar Lembang lewat Bandar selama ini berjalan stabil.  Kondisi tanaman juga baik, sehingga tidak terjadi masalah pada kegiatan pasokan dari petani di Lembang ke pasar induk.

Dalam proses transaksi terjadi hal menarik.  Bandar memperlihatkan nota harga kepada petani, sehingga petani tinggal menegosiasikan harganya.  Sebenarnya hal ini membuka kesempatan bagi pedagang dan bandar memainkan harga di pasar.   Ada pula pedagang yang melakukan percampuran antara cabe rawit hijau yang murah dan rawit merah yang mahal sehingga harganya juga ikut melonjak (Pradi).

[Editor : shin/bpma]



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×