Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » Informasi » Pasar Internasional

Peningkatan Kualitas Mutu Kopi Arabica Indonesia dalam Memberikan Edukasi kepada Petani dan Pelaku Usaha Agribisnis Kopi melalui Pelatihan International Q-Grader

Pelatihan Q-Grader yang dilaksanakan pada tanggal 22 – 27 Juni 2009 di Propinsi Sumatera Utara, merupakan suatu nilai tambah untuk memberikan pengetahuan / edukasi kepada petani dan pelaku usaha agribisnis kopi Arabica Indonesia. Pada kesempatan ini diadakan pelatihan untuk Q-Grader atau kualitas Grade Kopi Arabica untuk wilayah Propinsi Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh yang juga memiliki potensial untuk agribisnis kopi seperti Kopi Arabica/ Gayo dan jenis varietas kopi lainnya. Maka diadakanlah pelatihan di Hotel ASEAN yang diikuti oleh 22 peserta, Propinsi Sumatera Utara, Medan oleh Amarta dan USAID, Asosiasi Kopi Specialty Indonesia (AKSI/ SCAI) dan pelaku usaha kopi yang ingin bermitra dengan pelaku usaha agribisnis kopi Indonesia.
 
Propinsi Sumatera Utara, Khususnya Kabupaten Dairi, Sidikalang, dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Lintong Ni Huta, dan Kab. Samosir memiliki potensi wilayah yang besar dalam pengembangan agribisnis dan ketahanan pangan terutama untuk komoditi tanaman perkebunan. Kabupaten Dairi, Sidikalang merupakan salah satu daerah potensial untuk pengembangan kopi organik, Kopi luwak dan Kopi Arabica Mandheling.
Pada kesempatan Pelatihan Q-Grader ini Ketua Kelompok Tani, Pelaku usaha kopi di Training untuk mengetahui citra rasa (cupping) dari berbagai jenis kopi dibelahan dunia.
Protokol uji citra rasa (cupping) Specialty Coffee Association America adalah suatu prosedur untuk mendapatkan hasil yang konsisten dari rasio yang berkonsisten antara berat kopi dengan volume air. Pada pelatihan Q Grader ini dipandu oleh Mr. Ted Lingle dari SCAA Amerika dan Mr. Peter Slack dari pelaku Usaha Kopi PT. Caswell. Sebagai tenaga pelatih pada kegiatan uji citra rasa kopi ini. Pelatihan Q-Grader merupakan suatu program peningkatan sumber daya manusia untuk perkopian Indonesia dan upaya meningkatkan mutu dan promosi komoditi kopi Arabica Indonesia untuk pangsa pasar dunia seperti Amerika, Eropa, Australia, Asia dan sebagainya. Program Q-Grader ini bekerjasama dengan Coffee Quality Institute dan Asosiasi Specialty Kopi Indonesia (SCAI). Adapun pelatihan yang diadakan mengenai:
  1. Specialty Coffee Association America Cupping presentasi bagaima standar yang digunakan oleh America untuk standar citra rasa kopi dunia.
  2. Triangulation Test adalah uji test derajat keasaman setiap kopi untuk mutu dan kenikmatan rasanya.
  3. Offactory Skill Test adalah kemampuan membedakan jenis kopi baik dari Body atau rasa dan feeling didalam mulut dan lidah yang merasakannya, Flavor, Kebersihan, keseragaman bentuk, dan juga sweetness  atau kondisi citra rasa dari kopi tersebut.
  4. Organic Acid Test  adalah kepekaan terhadap derajat keasaman dalam kopi.
  5. Green Grading adalah cara pemilah kopi untuk biji kopi dan menentukan apakah ada yang broken, terkena insect, jamur dan sebagainya.
  6. Sensory Skills adalah kemampuan untuk mngetahui secara sensorik dari kopi yang dicoba oleh peserta pelatihan.
  7. Defect yaitu kerusakan pada biji kopi dan menentukan kualitas yang bermutu.
Klasifikasi standar mutu kopi ada dua cara pengolahan yaitu pengolahan basah dan kering. Kedua cara ini diperlukan untuk pengupasan maupun pencucian buah kopi. Untuk beberapa negara yang mengkonsumsi kopi seperti Belanda, Amerika, Jerman, Inggris Belgia, Perancis, Hongaria, Jepang dan sebagainya, hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah (added value) dari Pengolahan / Roasting coffee selain dari pada meningkatkan produksi yang lebih banyak dan bermutu. Menciptakan kemampuan daya saing yang tinggi baik harga, kualitas citra rasa (taste) dari ragam produk Kopi Arabica Indonesia yang berkompetitif dengan kopi Colombia, Brazil, Nicaragua, Ethiopia dan sebagainya dapat bersaing dipasar Internasional.
Pengembangan budidaya kopi Arabica Indonesia kopi diarahkan pada daerah-daerah yang memiliki:
1)     Kemudahan memperoleh sarana produksi (pupuk/ pestisida) buatan yang lebih baik lagi.
2)     Citra Rasa kopi yang spesifik dan dikenal dalam dunia perdagangan.
3)     Mitra calon kerjasama dengan kelembagaan ditingkat petani pedesaan.
Dengan demikian munculah specialty coffee sebagai bentuk pasar baru bagi pasar Amerika, Eropa dan Jepang serta Organic Coffee dengan pasar negara Jerman, Belanda dan Swiss. Khusus untuk kopi bersertifikat organik pembeli memberikan harga primium price / harga terbaik.
Dalam pelatihan Q-grader ini tentunya bermanfaat bagi petani, pelaku usaha agribisnis kopi Arabica semakin aware dan menjaga mutu yang dihasilkan. Visi dan Q Grader System adalah dalam Cupping Training (Peserta Uji Test) dapat menerapkan Grading System, dan mendapatkan sertifikasi Quality dan memiliki pasar potensial dipangsa pasar dunia.
Dalam hal tersebut, peran serta pemerintah Pusat dan Daerah sangat diperlukan dalam mendukung pengembangan agribisnis kopi terutama sebagai upaya peningkatan pengembangan agroindustri kopi didaerah Propinsi Sumatera Utara, Daerah Istimewa Aceh dan juga seluruh wilayah Indonesia. Dengan Q-grader dapat menentukan citra rasa jenis kopi yang baik dan menjaga kualitas kopi juga dapat meningkatkan pendapatan petani, pelaku usaha dengan meningkatkan nilai tambah produk pertanian yang dihasilkan. (sources data diolah oleh: Frans Hero K. Purba)
 



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×