Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » Informasi » Pasar Internasional » Harga Internasional

Perkembangan Harga dan Berbagai Isu Manca Negara Terkait dengan Beberapa Produk Pertanian Periode Desember 2009

  • Harga gula mentah US$ 601,0 per ton pada tanggal 28 Desember 2009, merupakan harga tertinggi semenjak tahun 1989.
  • Harga kakao biji naik ke level US$ 3498 pada tanggal 16 Desember 2009, tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

A.    Perkembangan Harga 

1.     Beras 

Harga Beras (Thai Broken 5%) di Bangkok pada tanggal 9 Desember 2009 mencapai US$ 607 per ton, seminggu kemudian yaitu tanggal 16 Desember 2009 harga turun ke level US$ 592 per ton, namun demikian harga ini masih lebih tinggi dari harga bulan November 2009. Masih tingginya harga beras mengakibatkan beberapa negara importir mengurangi pembelian seperti Philipina, India dan Mesir dan kondisi ini membuat harga beras kembali turun ke level US$ 559 per ton pada tanggal 23 Desember 2009. 

Vietnam tahun 2009 diperkirakan mengalami kenaikan ekspor beras sebesar 28 % menjadi 6 juta ton, dibanding tahun 2008 atau satu juta ton melebihi target. Penghasilan devisa Vietnam tahun 2009 diperkirakan 2,4 miliar dolar, lebih rendah dari tahun 2008 yang mencapai 2,66 miliar dolar dari ekspor sebesar 4,67 juta ton. Turunnya pendapatan devisa tahun 2009 karena harga beras yang lebih rendah dibanding tahun 2008. Pasar utama beras Vietnam adalah Philipina, Kuba dan Irak disamping Indonesia.  

China produsen biji bijian terbesar, memberikan subsidi kepada petani untuk meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk meningkatkan ekspor pada tahun 2010. Dengan adanya subsidi petani dapat membeli benih yang berkualitas baik termasuk benih padi. India produsen beras terbesar kedua diperikirakan akan memproduksi beras melebihi perkiraan sebelumnya karena kondisi iklim yang kondusif. Kondisi stock beras India mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negri India saat ini.  

2.     Kedelai 

Harga kedelai (No.2 Yellow) Chicago Board of Trade (CBOT) di AS pada Desember 2009 berfluktuasi namun berada pada level yang lebih tinggi dari harga November 2009. Harga tertinggi pada level US$ 389,3 per ton terjadi pada tanggal 1 dan 16 Desember 2009. Pada hari hari berikutnya harga cenderung turun dan mencapai level terendah pada harga US$ 364,1 per ton pada tanggal 22 Desember 2009. Menjelang akhir tahun 2009 harga kedele kembali bergerak naik ke level US$ 382 per ton tanggal 31 Desember 2009. Fluktuasi harga kedele lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas pembelian yang dilakukan China dan perubahan nilai tukar Dolar AS. 

Pasar kedele China diperkirakan oversupply bulan bulan mendatang karena China beberapa waktu yang lalu menggiatkan impor kedele. China sangat menggantungkan kebutuhan kedelenya pada impor dan diperkirakan dari 54 juta ton kebutuhan kedele China hanya 14,5 juta ton yang dapat di suplai dari pasar dalam negeri. Menurut para analis pasar China, dalam beberapa bulan ke depan harga kedele dunia akan tertekan karena China mulai menunda pembelian.   

3. Jagung 

Harga jagung (No.2 Yellow) di Chicago Board of Trade (CBOT) di AS pada tanggal 1 Desember 2009 berada pada level US$ 157,4 per ton dan pada hari hari berikutnya harga cenderung turun dan mencapai level terendah US$ 144,9 per ton pada tanggal 9 Desember 2009. Menjelang akhir Desember harga kembali bergerak naik hingga mencapai level US$ 164,2 per ton pada tanggal 29 Desember 2009. Dibanding harga bulan November 2009 harga ini relatif tidak banyak mengalami kenaikan. Pergerakan harga jagung terutama dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar dolar AS yang berdampak terhadap minat importir melakukan pembelian komoditi di pasar AS termasuk jagung.   

4. Gandum 

Harga gandum di Chicago Board of Trade (CBOT) AS pada periode Desember 2009, pada tanggal 1 Desember 2009 harga US$ 206,7 per ton an pada hari hari berikutnya harga cenderung menurun dan terendah pada level US$ 189,2 per ton tanggal 9 Desember 2009. Sekalipun menjelang akhir Desember 2009 harga kembali naik, level tertinggi yang dapat dicapai hanya sebesar US$ 202,4 per ton pada tanggal 28 Desember 2009. Pergerakan harga gandum dipengaruhi oleh peningkatan suplai yang menyebabkan permintaan terhadap gandum dari AS berkurang. Disamping itu naiknya nilai tukar dolar AS juga mengurangi minat untuk melakukan pembelian gandum.   

5. Gula 

Harga gula mentah di Bursa New York Board of Trade (NYBOT) AS pada periode Desember 2009 mengalami kenaikan tajam. Harga yang berada pada level US$ 487 per ton pada tanggal 1 Desember 2009, pada tanggal 3 Desember naik ke level US$ 496,9 per ton. Sekalipun pada hari hari berikutnya harga mengalami penurunan hingga ke level US$ 475,7 per ton pada tanggal 9 Desember 2009 akan tetapi harga naik tajam ke level US$ 601,0 per ton pada tanggal 28 Desember 2009, merupakan harga tertinggi semenjak tahun 1989. Masih tingginya harga gula sangat terkait dengan perkiraan bahwa permintaan untuk 2010 masih melebihi produksi. 

6. Minyak Sawit 

Harga minyak sawit (CPO) di Rotterdam berada pada level terendah tanggal 14 Desember 2009 yaitu US$ 760 per ton karena harga minyak mentah turun. Akan tetapi harga kembali mengalami kenaikan bahkan mencapai level US$ 792,5 per ton tanggal 16 Desember 2009 tertinggi dalam periode 6 bulan terakhir dipicu oleh membaiknya prospek minyak nabati sebagai bahan biofuel karena harga minyak mentah naik 2,8 % pada tanggal 16 Desember 2009. Kenaikan harga minyak mentah dipengaruhi oleh adanya laporan bahwa terjadinya penurunan suplai minyak mentah di AS, konsumen energi terbesar dunia. Menjelang akhir tahun 2009 harga naik cukup signifikan ke level US$ 805 per ton pada tanggal 31 Desember 2009 dipicu oleh adanya spekulasi naiknya permintaan dari India. Diperkirakan harga sawit akan cenderung meningkat hingga Maret 2010 mendatang karena pada bulan tersebut suplai kedele (pesaing sawit) dari Amerika Latin mulai dipasarkan.  

7. Karet 

Harga karet (RSS) di bursa SICOM Singapura naik tajam dari US$ 2740 per ton pada tanggal 1 Desember 2009 menjadi US$ 2830 per ton pada tanngal 4 Desember 2009. Sekalipun pada hari-hari berikutnya harga menurun cukup tajam hingga mencapai level US$ 2680 per ton akan tetapi harga kembali meningkat ke level US$ 2870 per ton pada tanggal 18 Desember 2009. Menjelang akhir tahun selama tiga hari berturut turut (28 – 30 Desember 2009) harga sedikit bergerak naik ke level US$ 2880 per ton, sekalipun sebelumnya sempat turun ke level US$ 2830 per ton tanggal 22 dan 23 Desember 2009. Meningkatnya harga karet dipicu oleh peningkatan penjualan mobil yang meningkatkan permintaan ban di China, disamping itu adanya tarif bea masuk yang lebih rendah mendorong para pelaku usaha melakukan impor karet. China memberlakukan tarif bea masuk sementara sebesar 20 % dari harga dan impor karet November 2009 dilaporkan mencapai 120 ribu ton naik dibanding bulan lalu yang mencapai 100 ribu ton.  

Pertumbuhan registrasi mobil baru di Eropa dilaporkan mengalami percepatan dari 6,3 % pada bulan September 2009 menjadi 11,2 % pada bulan Oktober 2009. Di Jepang produksi mobil diperkirakan meningkat menjadi 8,98 juta unit pada tahun 2010, dibandingkan tahun 2009 yang diperkirakan hanya mencapai 7,89 juta unit.  

8. Kakao 

Harga kakao biji di Bursa New York Board of Trade (NYBOT) AS pada periode 1-18 Desember 2009 mengalami peningkatan cukup tajam. Tanggal 1 Desember harga US$ 3315 per ton, hari hari berikutnya harga mengalami peningkatan dan mencapai level US$ 3423 per ton yang pada tanggal 10 Desember 2009. Untuk beberapa sesi perdagangan berikutnya harga mengalami penurunan, namun kembali naik ke level US$ 3498 pada tanggal 16 Desember 2009 tertinggi dalam 30 tahun terakhir karena terpicu oleh penurunan nilai tukar dolar AS sehingga banyak pengusaha yang mengalihkan dananya ke komoditi kakao. Hingga akhir tahun 2009 harga cenderung turun dan mencapai level terendah tanggal 28 Desember 2009 pada level US$ 3230 per ton. Harga kakao semenjak September 2009 berada diatas US$ 3000 per ton. Kenaikan harga kakao pada bulan Desember 2009 dipicu oleh berbagai faktor seperti menurunnya nilai tukar dolar, membaiknya ekonomi yang berdampak terhadap permintaan, serta banyaknya investor yang mengalihkan modalnya ke komoditi kakao. Adanya penurunan harga kakao setelah mencapai puncak dikarenakan membaiknya suplai dari Pantai Gading. 

Petani kakao di Nigeria akan diberikan harga premium sebesar US$ 20 hingga US$ 40 per ton untuk biji kakao yang bemutu baik oleh perusahaan pengolah kakao yang berkedudukan di London (Armajaro Holdings Ltd). Hal ni diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produksi dan kualitas kakao. Salah satu perusahaan pembuat coklat di London juga mengembangkan proyek kakao traceability dan sustainability di Nigeria dengan mendanai program pelatihan kepada petani untuk mengembangkan sistim jaminan mutu guna mendapatkan harga premium dari perusahaan tersebut. 

9. Kopi 

Harga kopi arabika di Bursa New York Board of Trade (NYBOT) pada bulan Desember 2009 mengalami flukstuasi dengan kecenderungan meningkat. Tanggal 1 Desember 2009 harga berada pada US$ 3141,5 dan pada hari hari berikutnya harga berflukstuasi dengan level terendah US$ 3120,6 per ton pada 9 Desember 2009 dan mencapai level tertinggi pada level US$ 3267,2 per ton pada tanggal 16 Desember 2009. Hari hari berikutnya harga kembali turun hingga mencapai level US$ 2997,1 per ton pada tanggal 31 Desember 2009.  

Harga kopi robusta di bursa LIFFE London tanggal 1 Desember 2009 berada pada level US$ 1347 per ton, pada hari hari berikutnya harga bergerak fluktuatif dengan kecenderungan naik dan mencapai level tertinggi US$ 1382 per ton tanggal 10 Desember 2009.Harga cenderung turun pada hari hari berikutnya hingga mencapai US$ 1260 per ton pada 29 Desember 2009. Perubahan harga kopi lebih banyak dipengaruhi oleh membaiknya suplai kopi dan pergerakan nilai tukar dolar AS.  

Produksi kopi di Brazil negara produsen terbesar diperkirakan tahun 2010 akan berada dibawah perkiraan terdahulu yaitu 55 juta bag (@ 60 kg) karena adanya curah hujan diatas rata rata yang berpotensi menghambat panen dan menurunkan produksi. Produksi kopi Brazil tahun 2009 juga lebih rendah dibanding tahun lalu karena curah hujan yang tinggi. Hingga September 2009 produksi kopi di Brazil baru mencapai 39,47 juta bag, lebih rendah dari produksi periode yang sama tahun lalu mencacapi 45,99 juta bag, hal ini juga dipengaruhi oleh curah hujan yang cukup tinggi. Suplai kopi dari Vietnam juga dilaporkan meningkat sehingga menekan harga kopi.   

10. Sapi 

Harga sapi hidup di Bursa Chicago Mercantile Exhange (AS) periode Desember 2009 berfluktuasi. Harga yang berada pada level US$1819,9 per ton tanggal 1 Desember 2009, terus mengalami penurunan hingga US$ 1743,8 per ton pada tanggal 10 Desember 2009. Pada hari hari berikutnya hingga akhir tahun 2009 harga kembali naik hingga mencapai US$ 1865,6 per ton pada tanggal 31 Desember 2009.  

11. Susu  

Harga susu (Whole Milk Powder, 26% Butterfat) di New Zealand pada Desember 2009 berfluktasi. Pada tanggal 7 Desember 2009 berada pada level US$ 3500,5 per ton, seminggu kemudian (14 Desember 2009) harga naik 1,39 % ke level US$ 3549 per ton, namun kemudian turun lagi ke level US$ 3480 per ton pada tanggal 21 Desember 2009. Menjelang akhir tahun harga naik 0,98% dan berada pada level US$ 3514,1 per ton pada tanggal 28 Desember 2009.  

Perkembangan harga selengkapnya dapat dilihat pada Tabel terlampir. 

 

B. Issue Manca Negara  

1.     Uni Eropa 

Pendapatan per pekerja yang berusaha pada bidang pertanian di Uni Eropa dilaporkan akan mengalami penurunan rata –rata sebesar 12 % tahun 2009 karena penurunan harga produk pertanian. Penurunan terbesar di Hongaria yaitu 36 % sedangkan di Italia dan Luxemberg turun 25 %. Di Perancis dan Jerman kelompok produsen pertanian terbesar mengalami penurunan income per pekerja masing-masing 20 % dan 21 %. 

Para petani di seluruh Eropa menerima harga produk pertanian yang lebih rendah tahun 2009 dibanding tahun 2008 termasuk susu dan serealia. Menurut komisi Pertanian EU, krisis ekonomi memberikan dampak yang sangat serius kepada petani karena menurunnya permintaan dam meningkatnya biaya produksi. 

2. Brazil 

Pada Konferensi tentang perubahan iklim di Kopenhagen bulan Desember 2009, Brazil produsen terbesar tebu dan eksportir terbesar ethanol mempromosikan bahwa etahnol sebagai bahan bakar alternatif yang rendah polusi. Delegasi Brazil memperagakan contoh kasus bagaimana kebijakan baru dapat dikembangkan untuk mengurangi emisi dari biofuel. Brazil mengembangkan mobil (Flex- Fuel Car) yang dapat menggunakan baik ethanol maupun bahan bakar gas campuran lainnya. Jumlahnya mencapai 90 % dari mobil baru dari jenis mobil penumpang yang dijual di negara tersebut. Para Importir ethanol termasuk Swedia, yang juga konsumen ethanol terbesar kedua di Uni Eropa mendesak Brazil untuk memperlihatkan bahwa cara Brazil untuk memproduksi ethanol tidak merusak lingkungan. Banyak pihak berharap agar program yang dikembangkan Brazil dapat dijadikan model diseluruh dunia. Presiden Brazil juga menyampaikan bahwa Brazil berencana membatasi pengembangkan areal baru untuk tebu diantaranya di Amazona sebagai salah satu upaya untuk melestarikan hutan dan menghindari timbulnya hambatan perdagangan dari importir ethanol.   

      3. Amerika Serikat  

Menurut Pakar dari Universitas Purdue Petani di AS perlu meningkatkan persiapan menghadapi resiko yang tidak dapat dikendalikan guna dapat bertahan pada kondisi pasar yang mudah berubah dalam 5 tahun mendatang. Petani harus mengurangi pinjaman jangka pendek dan meningkatkan simpanan (tabungan) untuk persiapan pada masa masa mengalami konndisi yang mudah berubah dan krisis yang tidak terduga.



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×