Potensi Peluang Pasar Kopi Specialty Indonesia pada Event Triestespresso 2010
Pameran Triestespresso 2010, merupakan ajang promosi Kopi Speciality Eropa yang berlangsung setiap 2 tahun, melibatkan berbagai industri kopi espresso terutama para traders dari kawasan negara Eropa, Medeteranian, Amerika Latin, Asia dan Afrika. Pada tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 -30 Oktober 2010 di Trieste, Italia. Kementerian Pertanian untuk kedua kalinya turut berpartisipasi pada pameran kopi speciality Triestespresso 2008 yang berlangsung dari tanggal 12-15 November 2008 di Trieste,De Gasperi 1, Montebello Trieste; Italia yang difasilitasi oleh Atase Pertanian KBRI-Roma dengan menyediakan Pavilion Indonesia seluas 32m2 dan peralatan tambahan yang diperlukan untuk suksesnya pameran.Saat ini di Italia berkembang sekali perusahaan pengolahan kopi yang mengimpor dalam bentuk kopi biji (green coffee) pada umumnya jenis Arabika dan Robusta. Hasil olahan tersebut untuk konsumsi dalam negeri juga untuk diekspor. Beberapa produsen kopi olahan di Italia yang juga sebagai pedagang tersebar di beberapa wilayah sentra produksi utama adalah : Piemonte, Liguria, Valle D’Aosta dan Lombardia; Trento, Friuli. Vneto dan Emilia Rogmana.; Toscana, Marche, Imbria dan Lazio; serta Abruzzi-Molige, Campania, Puglia, Basilicata, Calabria dan Sicilia. Kopi yang dikonsumsi masyarakat Italia selama ini sekitar 80% berasal dari Indonesia dan Brazil dalam bentuk biji, sedang selebihnya yakni 20% dalam bentuk kopi olahan bersumber dari Lavasa, India.
Italia merupakan negara konsumen Kopi utama ke-4 setelah Amerika Serikat, Jerman dan Jepang. Sedangkan dalam negara-negara anggota Uni Eropa di tahun 2006 Italia menduduki urutan ke-2 terbesar mengkonsumsi kopi sebesar 3,3 juta ton dengan pangsa pasar 13,6%. Pada tahun 2006 negara ini mengkonsumsi 5,7 kg per kapita per tahun dan masih dibawah beberapa negara Uni Eropa lainnya seperti Luxemburg 13,5 kg, Finlandia 11,9 kg, Denmark 9,2 kg dan Swedia 8,8 kg. Selain Italia, Indonesia juga merupakan negara kelima terbesar pengekspor kopi ke Jerman, setelah Brazil dan Vietnam.
Indonesia memiliki potensi dan peluang untuk meningkatkan pangsa pasar kopi ke Eropa. Diharapkan para pelaku usaha agribisnis kopi specialty Indonesia selalu menjaga kualitas dan kontinuitas terhadap peluang pasar ekspor di Pasar Internasional. Event pameran Internasional ini merupakan ajang mempelajari dan mencari peluang untuk pengembangan pasar ekspor di pasar dunia. (Sources: Triestespresso 2010, sumber terkait, BPS, data diolah F. Hero K. Purba)
Artikel Lain