Kontribusi Berita dan Konten

Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.


belum menjadi anggota? daftar disini
×

Registrasi User

Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.

×

Aturan persetujuan pengiriman konten

Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:

Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login

×
Home  » Kisah Sukses

Meraih Sukses Dengan Melon Banggae

Basri Denompo 39 tahun bukan seorang sarjana pertanian, beliau hanya lulusan SMP   akan tetapi sepak terjangnya  patut dijadikan contoh dalam mengembangkan potensi komoditi pertanian lokal, Awalnya, Bapak dari dua anak ini berprofesi sebagai nelayan, dengan penuh keyakinan, semua peralatan nelayan yang dimiliki, dijual dan beralih profesi menjadi petani melon di desa banggae, Takalar,Sulawesi Selatan. Berbekal pengetahuan yang didapat dari pergaulan sehari-hari dengan pelaku usaha dibidang pertanian, Basri mulai membentuk Kelompok Mandiri yang berangggota 50 orang petani Desa Banggae dan mengelola areal seluas 100 hektar untuk budidaya buah melon.

Dua Tahun setelah fokus pada usaha budidaya buah melon, Basri bersama kelompok Tani Mandiri yang dipimpinnya mampu memproduksi dan memasarkan buah melon   hingga diterima di pasar swalayan, Lottemart, Diamond dan Carrefour di makassar, bahkan produk melon desa banggae sudah merambah hingga ke Kalimantan.  Keberhasilan yang diraihnya saat ini diakuinya berjalan tanpa bantuan dari pemerintah. Berikut wawancara singkat dengan beliau.

T :  kenapa tergerak menangani melon 

J ;  Sebenarnya semua yang saya lakukan adalah karena rasa keprihatinan saya dengan petani karena belum mampu mengembangkan potensi melon di banggae,  bibit ada, motivasi ada tetapi belum berhasil, niat saya semata-mata agar petani bisa berhasil.

T : Apa saja yang sudah anda lakukan

J :  awalnya adalah saya mengumpulkan petani untuk membentuk kelompok tani  yang dinamakan Kelompok Tani Mandiri, anggotanya sebanyak 50 orang dengan total areal seluas kurang lebih 100 hektar. Kelompok Tani Mandiri saat ini sudah berjalan selama 2 tahun dan alhamdulillah kelompok tani yang saya bina mampu memproduksi melon yang saat ini sudah dijual   lottermart, diamond dan carrefour di sulawesi selatan, dann bahkan saat ini produk melon dari desa banggae sudah dipasarrkan di kalimantan.

T : Bagaimana cara anda meyakinkan petani hingga mereka mau bergabung dalam kelompok Tani Mandiri

J : Sebenarrnya tidak sulit, Pertama yang saya lakukan saya adalah mengundang mereka kerumah saya, kemudian saya buat jadwal pertemuan bersama, disitu saya tunjukan cara mengolah tanah yang benar, pemakaian pupuk organik yang benar, pembibitan yang benar, pemupukan yang benar, setelah itu mereka terapkan dilapangan, saya langsung memantau hasil dilapangan. Permasalahan dilapangan, saya sampaikan cara pemecahannya mulai masalah jamur, bercak daun hingga busuk daun dll.  Pada saat panen, mereka melihat sendiri hasilnya memuaskan. Akhirnya mereka tertarik dan mau bergabung dengan Kelompok Tani Mandiri

T : Anda kan hanya lulusan SMP, dari mana anda memperoleh pengetahuan tentang pertanian,

J : Saya peroleh dari pergaulan saya sehari-hari dengan Site Manager Agronomi, dari merekalah  saya banyak belajar bagaimana menangani tanaman, dan pemupukannya hingga sifat tanaman.

T : disatu pihak anda membina petani tetapi juga mencari pasar

J : Prinsip saya yang utama adalah pasar, pertama kali sebelum memulai usaha ini saya mengumpulkan informasi dan mencari peluang pasar, disamping pembinaan terhadap kelompok tani buah melon tetap berjalan. Jadi saya melihat saat ini apa yang dibutuhkan pasar dan saya akan coba memenuhi permintaan pasar. Di Kelompok Tani kami sendiri saya selalu mengingatkan bahwa, jika kita ingin maju dan sukses serta hasil produk kita diterima dipasar, maka kita harus menghasilkan buah melon yang berkualitas. I.

T : apa ada persyaratan tertentu untuk masuk ke pasar modern

J : ya benar, persyaratan yang ditentukan adalah dari segi ukuran melon sendiri, produksi buah melon Poktan Mandiri minimal 1,7 Kg – 3,4 Kg dengan kadar Brix berkisar 14-18, selain itu kami juga dituntut keberlangsungan produksi, kondisi saat ini kami mampu memproduksi setiap hari,dapat dikatakan bahwa kami mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pasar modern.

T : Dalam hal ini anda sendiri yang memasarkan langsung

J : Saya menjalin menjalin kerjasama dengan Haji Leje, agen yang membeli produk saya dan mensuplai untuk kebutuhan Lottemart, carrefour, diamond maupun pasar lokal dan seperti yang saya sampaikan pemasarannya telah merambah hinggga kalimantan..

T : Konon Kelompok Tani Mandiri binaan anda berjalan tanpa bantuan pemerintah.

J : iya itu benar, prinsip saya sebagai ketua kelompok Tani Mandiri adalah, bahwa kami harus berbuat dan menunjukan hasil kerja kami terlebih dahulu, sesuai dengan nama kami, Kelompok Tani Mandiri, Saat ini kami sudah membuktikan bahwa kami mampu memproduksi melon setiap hari dan ini tentunya meningkatkan pendapatan kami sebagai petani melon.

T : Apakah dengan demikian anda tidak membutuhkan bantuan dari pemerintah

J : (sambil tersenyum) seperti yang tadii saya sampaikan sebelumnya bahwa kami harus membuktikan bahwa tanpa bantuan Pemerintah kami mampu, singkatnay kami hanya bermodalkan percaya diri dan jika saat ini ditanya tentang bantuan, ya kami butuh bantuan

T : Bantuan apa yang anda harapkan

J : pompa air yang bisa mengairi dua hamparan kurang lebih 120 hektar serta Traktor2 roda agar pengelolaan tanah lancar, tapi sekali lagi saya ingin sampaikan ini semua hanya harapan, karena saya pribadi menginginkan petani sukses.

T : obsesi anda kedepannya

J : Saya akan pindah ke desa lain , tapi masih di seputar Sulawesi Selatan untuk mengelola seperti yang sudah saya lakukan di desa banggae, karena keinginan saya sama seperti pertama kali saya tergerak untuk menekuni pertanian, yaitu agar petani sukses dan mempunyai pendapatan yang lebih. (hn/)



Artikel Lain

PERHITUNGAN ANALISA KELAYAKAN USAHA
Penggunaan: UPJA Mesin Perontog (Power Thresher)

Diasumsikan bahwa:

kg/jam
HP
tahun
jam/hari
hari/tahun
per orang
orang
%
kg

1. Biaya Tetap

2. Biaya Tidak Tetap

3. Benefit Cost Ratio

4. Break Event Point
ton/tahun
hektar/tahun
hektar/musim

5. Pay Back Period
tahun
tahun
×